Share it

Jumat, 18 Maret 2011

Laporan Karya Ilmiah Tentang Biogas

PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI SEBAGAI PENGGANTI BAHAN BAKAR RUMAH TANGGA YANG
LEBIH MEMBERIKAN KEUNTUNGAN EKONOMIS
ABSTRAK
Kegiatan pembangunan peternakan perlu memperhatikan daya dukung dan kualitas lingkungan. Usaha peternakan sapi yang belum terlokalisasi akan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Pencemaran ini disebabkan oleh pengelolaan limbah yang belum dilakukan dengan baik, tetapi kalau dikelola dengan baik, limbah tersebut akan memberikan nilai tambah bagi usaha perternakan dan lingkungan disekitarnya. Sistem usaha peternakan dengan penerapan usaha pengelolaan limbah menjadi Biogas merupakan salah satu upaya untuk meminimalisasi limbah ternak dan tidak mencemari lingkugan. Penelitian mengenai pengelolaan limbah sapi ini dilakukan di Desa Suwawal Timur RT.01/ 03 Jl.  Bumi Perkemahan Pakis Adhi Km.5 Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa manfaat ekonomis dari pengelolaan limbah sapi melalui penerapan pembuatan Biogas,  sistem pengelolaan limbahnya, manfaat bagi lingkungan. Contoh dengan membandingkan penggunaan Biogas dengan gas LPG dan minyak tanah.
Kata kunci : Usaha peternakan sapi, limbah, Biogas, Jepara

PENDAHULUAN
Meningkatnya kebutuhan hidup dan peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta semakin berkurangnya sumber daya alam yang tidak terbaharui, maka perlu dicarikan suatu jalan alternatif guna mengganti sumber daya energi tersebut dengan sumber daya energi yang terbarukan. Kebutuhan energi tersebut sebenarnya tidak lain adalah energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan dan mendistribusikan secara merata sarana-sarana pemenuhan kebutuhan pokok manusia.
Berbagai macam bentuk energi telah digunakan manusia seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam yang merupakan bahan bakar yang tidak terbaharui. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, terutama yang tinggal di perdesaan, kebutuhan energi rumah tangga masih menjadi persoalan yang harus dicarikan jalan keluarnya.
METODE PENELITIAN
Pengolahan limbah kotoran sapi sebagai Biogas dilakukan sepenuhnya oleh peneliti. Biogas digunakan sebagai pengganti bahan bakar rumah tanggga selama 5 tahun, dan hasilnya lebih memberikan keuntungan ekonomis dan meningkatkan kesejahteraan.   Penelitian dilakukan di Desa Suwawal Timur RT.01/ 03 Jl.  Bumi Perkemahan Pakis Adhi Km.5 Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara.
Bahan dan alat yang digunakan untuk pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai pengganti bahan bakar rumah tangga dapat berupa pemakaian minyak fermentasi limbah kotoran sapi sebagai pupuk.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen (uji coba). “metode eksperimen adalah metode untuk memperbandingkan hasilnya pemakaian satu atau lebih kolompok ekperimen”. Dan metode terapan dengan studi lapangan, dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung pada objek penelitian kemudian menganalisis data dan membuat kesimpulan untuk pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yaitu peneliti melakukan tanya jawab secara langsung dengan pihak terkait (Bapak Hunter).

HASIL DAN PEMBAHASAN                                                                                       
Keadaan Lingkungan
Peternakan yang dikelola Perusda sangat mendukung untuk pemanfaatan limbah kotoran sapi, karena pengelola peternakan sapi di Perusda tak perlu lagi kebingungan membuang kotoran sapinya. Sebab,  kotoran sapi bisa diubah menjadi bahan bakar untuk kompor dan pupuk. Selain itu, area yang cukup luas dan banyaknya kotoran sapi merupakan kesempatan Perusda untuk mengolahnya agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.
Peneliti bekerjasama dengan Perusda melakukan uji coba pembuatan Biogas secara sederhana yaitu kotoran sapi yang telah terkumpul, dimasukkan ke septic tank (jawa:sapiteng) untuk dijadikan Biogas. Biogas itu bisa dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga, termasuk memasak. Karena itu,   dari dalam septic tank tersebut ada lubang kecil yang dimasuki paralon. Paralon ini tersambung dengan selang yang dihubungkan kekompor gas di dapur rumah.
Teknologi Biogas sudah diterapkan selama kurang lebih 1 tahun yang lalu. Jika Perusda Aneka Usaha menyalurkan untuk mencukupi kebutuhan gas keluarga dengan asumsi empat orang anggota keluarga, maka dibutuhkan dua sampai tiga ekor sapi. Setiap hari, kotoran perekor sapi bisa mencapai sekitar 10 kg. Sedangkan dipeternakan Perusda Aneka Usaha ada 30 ekor sapi, dengan demikian, dari tiga puluh ekor sapi bisa didapat sampai 300 kg kotoran. Selain menghasilkan Biogas, sisa fermentasi kotoran sapi tersebut bisa menghasilkan pupuk.
Dari hasil uji coba, kebutuhan keluarga dengan anggota sejumlah 5 orang terhadap Biogas yang digunakan khusus untuk memasak adalah 1,25 m3/ hari atau 0,25 m3 /hari/ orang. Sementara itu setiap 10 kg kotoran ternak sapi (jumlah yang dihasilkan seekor ternak sapi per hari) berpotensi menghasilkan 0,36 m3 Biogas, sehingga untuk satu keluarga dengan 5 anggota keluarga membutuhkan 4 ekor ternak sapi, dengan perhitungan perolehan kotoran ternak sejumlah 40 kg/ hari dan akan menghasilkan Biogas sejumlah 1,44 m3 /hari.
Untuk minyak tanah dapat dibeli dengan harga sebesar Rp. 8000,-/liter, sedangkan pemakai gas LPGpun jarang sekali disebabkan harga yang cukup mahal yaitu mencapai Rp. 80.000,-/tabung, selain itu juga menyesuaikan dengan kantong mereka, sehingga pemakai LPG hanya kalangan tertentu saja.
Keluarga-keluarga yang menggunakan Biogas sudah tidak membutuhkan pembelian  bahan bakar karena sudah bisa terpenuhi kebutuhannya dari kotoran ternak yang dipeliharanya.
Analisis ekonomis
Untuk mengetahui efisiensi biaya dari penggunaan bahan bakar rumah tangga dapat dilihat dalam perbandingan anggaran pemakaian masing-masing bahan bakar.
Tabel Rata-rata perbandingan anggaran pemakaian Biogas dengan bahan bakar lain.
Jenis Bahan Bakar
Harga Bahan Bakar
Nilai Ekonomis
Biaya BB/Thn
Harga Peralatan
Periode Penggunaan
Harga perhari
1. Gas LPG
Rp. 80.000/ tabung
1 tabung 10 hari pemakaian
Rp. 8.000
Rp. 2.920.000
Rp. 600.000
2. .Minyak Tanah
Rp. 8.500/ liter
2 liter untuk sehari
Rp. 17.000
Rp. 6.205.000
Rp. 100.000
3. Biogas
Rp. 0
20 kg (kotoran sapi) untuk 2 jam
Rp. 1111 (asumsi perlatan masa manfaat 5 thn)
Rp. 400.000
Rp. 3.000.000
Analisis di atas menunjukan bahwa Biogas membutuhkan biaya Rp. 3.000.000 untuk proses pembuatan gas beserta peralatannya yang bertahan selama kurang lebih 5 tahun. Terlihat dari tabel di atas penggunaan Biogas sebagai pengganti bahan bakar rumah tangga adalah yang paling efisien, dari berbagai jenis bahan bakar yang digunakan terlihat jelas bahwa Biogas merupakan salah satu alternatif untuk menghemat biaya. Dalam satu tahun hanya membutuhksan biaya sebesar Rp. 400.000. Dari analisis tersebut menunjukan penggunaan Gas LPG biaya yang dikeluarkan dalam satu tahun mencapai. Rp. 2.920.000 dan biaya peralatan Rp. 600.000. Jadi untuk pemakaian gas LPG membutuhkan biaya Rp. 3.520.000,. Kalau kita memakai Biogas, kita masih bisa menyisihkan uang sejumlah Rp. 3.120.000/tahun (Rp. 3.520.000- Rp. 400.000. Kalau menggunakan minyak tanah  dalam satu tahun mencapai  Rp 6.205.000 belum ditambah dengan harga peralatan sebesar Rp 100.000. Biaya netto yang dikeluarkan untuk pengguna minyak tanah sebesar Rp. 6.305.000  Dibandingkan dengan penggunaan Biogas jauh lebih mahal. Kalau  kita menggunakan Biogas dapat menekan biaya sebesar Rp. 5.905.000. (Rp. 6.305.000-  Rp. 400.000)  selama satu tahun.
Berdasarkan analisis perbandingan di atas, pemanfaatan kotoran sapi sebagai pengganti bahan bakar rumah tangga lebih memberikan keuntungan ekonomis, karena dengan menggunakan Biogas tersebut dapat efisien biaya dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar lainya. Namun penduduk masih sedikit sekali untuk berfikir kearah jangka panjang.
Metode yang dipergunakan untuk mensosialisasikan Biogas adalah dengan memilih sebuah keluarga sebagai Khalayak Sasaran Antara (KSA) yang diharapkan menjadi pelopor dan bisa mengembangkan Biogas itu kepada Masyarakat sebagai Khalayak Sasarannya.
Manfaat lain pembuatan Biogas dapat digunakan sebagai pupuk kandang dengan kualitas baik, yang merupakan sisa proses fermentasi untuk mendapatkan Biogas, dan pupuk kandang tersebut langsung dapat digunakan sebagai pupuk terhadap tanaman sebagai pengganti pupuk kimia.
Sementara pengaruh dari penerapan Biogas terhadap perkembangan peternakan adalah sangat baik yakni jumlah petani-peternak akan bertambah banyak dan otomatis meningkatkan populasi ternak. Jika kita ingin berswasembada mau tidak mau, yang namanya populasi ternak harus ditingkatkan. Pendekatan kearah itu adalah meningkatkan minat masyarakat untuk berternak sapi.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian di atas, kita bisa menarik keimpulan antara lain :
  1. Terbatasnya sumber energi yang ada di alam dan semakin mahalnya harga bahan bakar rumah tangga menjadi masalah yang dihadapi oleh masyarakat umum.
  2. Pemilihan teknologi Biogas dapat  menjadi alternatif yang cukup baik dalam mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga sehari-harinya karena lebih ekonomis.
  3. Berdasarkan hasil penelitian dengan perbandingan anggaran pemakaian bahan bakar rumah tangga, penggunaan Biogas merupakan pilihan yang tepat untuk efisiensi biaya.
  4. Pengolahan limbah kotoran sapi juga berdampak terhadap lingkungan, yaitu pengurangi pencemaran lingkungan, karena kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar rumah tangga.
  5. Sisa dari fermentasi limbah kotoran sapi dapat juga dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.
  6. Melalui teknologi Biogas peternak memasak dengan murah, bersih, ramah lingkungan, mendorong kelestarian alam, meningkatkan produksi ternak, menghemat devisa negara, mendukung perbaikan ekonomi rakyat.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada, Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya serta kesehatan kepada kita. Perusda Aneka Usaha dan Bapak Hunter selaku pengelola serta para anggota kelompok peternak Perusda Aneka Usaha Desa Suwawal timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara  Jawa Tengah. Bapak Ir. Sukamto sebagai dosen pembimbing dalam penyusunan karya ilmiah ini, serta teman-teman yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan untuk semuanya.:)
DAFTAR PUSTAKA
Jawa Pos. Raharjo, Wahyu. 22 Juli 2005. Teknologi Pengolahan Limbah Ternak Merupakan Solusi Alternatif Atas Masalah Bahan Bakar, hal 12.
Pikiran Rakyat online. Alternatif Minyak Tanah , Diambil dari :URL : http://www.google.or.id.goto manfaat Biogas. Diakses pada tanggal 22 Januari 2007.Sigit, Soehadi. (2001). Pengantar Metodologi Penelitian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar